Skip to main content

Kenali Obat Kontroversial: Etomidate yang Diduga Digunakan oleh Jonathan Frizzy

Folknews ID , Jakarta - Artis Jonathan Frizzy Mengalami insiden karena penyalahgunaan etomidate, bahan kimia berbahaya yang terdapat di rokok elektrik atau vape tanpa adanya persetujuan resmi. Hal tersebut ditekankan oleh Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta, Ajun Komisaris Michael Tandayu untuk menegaskan ancaman dari pemakaian etomidate ini.

Michael menyatakan bahwa etomidate merupakan zat bius yang sering kali diaplikasikan pada tindakan kedokteran guna merengankan ketidaknyamanan pasien atau mencegah rasa sakit selama jalannya pembedahan. Ia mengemukakan hal tersebut pada hari Selasa, tanggal 29 April 2025. Zat kimia ini sebaiknya disuntik secara khusus dan dengan hati-hati oleh para praktisi medis menggunakan takaran tertentu saja.

Pemakaian etomidate melalui vape Tanpa adanya pemantauan dari dokter, hal tersebut sungguh membahayakan. Menurut Michael, mempergunakan substansi itu bisa menimbulkan akibat merugikan untuk kondisi jiwa maupun raga si pengguna. "Dampaknya amat beresiko tinggi terhadap keadaan psikologis serta fisis individu. Terdapat potensi cedera yang tak tertolong dalam durasi lama," paparannya.

Dilansir dari Medicinenet, etomidate adalah obat Yang umum dipakai di bidang kedokteran untuk mendiagnosis atau merawat pasien dengan cara menyebabkan hilang kesadaran sebelum melaksanakan tindakan bedah khususnya bila durasinya pendek. Zat tersebut bereaksi cukup kilat—sekitar satu menit sesudah dimasukkan lewat vena—and pengaruhnya dapat bertahan antara 3 sampai 5 menit, bergantung pada takaran yang diterapkan.

Walaupun dapat menyebabkan seseorang terlelap atau pingsan, etomidate bukanlah zat yang meredakan rasa sakit. Zat ini hanya menempatkan tubuh dalam keadaan setengah sadar atau tidur di lingkungan perawatan klinis, tanpa mempengaruhi sensasi nyeri. Karena alasan tersebut, umumnya etomidate dipakai secara bersamaan dengan obat-obatan lain selagi proses bedah dilakukan.

Proses kerja dari etomidate terkait dengan area dalam otak yang dikenal sebagai sistem aktivasi retikuler, yakni tempat yang bertugas untuk menjaga tingkat kesadaran individu tersebut. Zat aktif obat ini bekerja dengan mewujudkan dampaknya pada senyawa kimia bawaan di otak yang kita sebut asam gamma-aminobutirik atau biasa disingkat menjadi GABA. Fungsinya adalah meredakan kegiatan berlebihan di otak. Etomidate mendukug fungsi GABA melalui mekanisme pengikatan diri pada reseptor GABA-A pada neuron-neuron. otak .

Etomidat juga mempengaruhi sistem motorik ekstrapiramidal yang menangani pergerakan otot refleksif, sehingga dapat menciptakan kontraksi atau gemetar otot tanpa kesadaran pasca pemberiannya. Sistem motorik ekstrapiramidal merupakan sebagian dari sistem motorik yang berperan dalam kontrol terhadap aktivitas fisik spontan serta keseimbangan badan.

Etomidat tidak mengganggu kerja otot jantung, detak jantung, output jantung, ataupun aliran darah. Obat ini pun dapat menurunkan tingkat hormon stres (kortisol) sampai 24 jam. Pada sebagian kasus, etomidat dipergunakan di luar petunjuk penggunaan utama untuk meredakan kadar kortisol pada penderita sindrom Cushing, yakni situasi yang ditandai dengan produksi kortisol secara berlebihan.

Penggunaan obat etomidate tanpa adanya pantauan medis dapat menimbulkan sejumlah efek samping. Menurut informasi yang ada di Rxlist, dampak negatif tersebut meliputi kelelahan, nyeri abdominal, mual atau muntah, serta kontraksi otot tak terkontrol danصند nyeri Di area penyuntikan. Sementara itu, dampak yang cukup berbahaya dapat menyebabkan penggunanya menderita migrain hebat, pingsan, kulit memerah, kram otot hingga kesulitan mengontrol pergerakan badan.

Dicky Kurniawan dan Joniansyah bersumbang dalam penyusunan artikel ini.

Comments

Popular posts from this blog

Ishaq Dar Unveils: Up to 80 Indian Fighter Jets Involved in Attack on Pakistan

On May 7, Deputy Prime Minister and Foreign Minister Ishaq Dar disclosed that approximately 75 to 80 aircraft from the Indian Air Force were involved in the recent assault on Pakistan. He stressed that if the Pakistan Air Force (PAF) had been granted complete operational autonomy, the results of this incident would likely have been significantly altered. In an informal conversation with reporters at Parliament House, Dar stated that Pakistan remained faithful to its pledge for peace. He emphasized that Pakistan had consistently vowed never to start a conflict, which held firm even amid this assault. Nevertheless, he pointed out that India unambiguously breached the peace through a significant aerial operation. Dar explained that the skirmish continued for almost an hour along the Line of Control (LoC) and the international border. Even though tensions ran high, Pakistan confined its fire to the planes that immediately threatened them, demonstrating self-restraint. Consequently...

Is the U.S. Abandoning Europe? A Look 80 Years Post-WWII

Seventy-five years have passed since World War Two concluded in Europe. Over this time, the United States has maintained security across the continent. However, Donald Trump is currently casting doubt on this longstanding arrangement. On May 8, 1945, the German Wehrmacht capitulated, signaling the conclusion of World War II in Europe. The conflict started on September 1, 1939, with Germany’s invasion of Poland. However, fighting persisted in Asia for several additional months until Japan gave up unconditionally. Notably, just before this, Adolf Hitler, the totalitarian leader of Germany, took his own life within the confines of the "Führer" Bunker located in Berlin. The horrors of this war exceeded those of all preceding conflicts: approximately 60 million individuals perished globally, six million Jews were systematically killed by the Nazi regime, extensive regions across Europe lay devastated, and countless people went missing or found themselves displaced. ...